Menyoal Kesehatan Mental mahasiswa. aboveeidea in collaboration with Raihal Jannatunaim, Psychology Enthusiast dan Pegiat Sosial Lhokseumawe.
Mental Health is a universal human rights.

Beberapa waktu belakangan ini, kita sering mendengar kabar tentang kasus bunuh diri yang melibatkan mahasiswa. Data dari Emotional Health for All Foundation (EHFA), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa angka bunuh diri di kalangan mahasiswa Indonesia meningkat dari 1,6% pada tahun 2021 menjadi 2,3% pada tahun 2022. Peningkatan ini tergolong cukup besar. Baru-baru ini juga diketahui salah satu Mahasiswa UMY melakukan bunuh diri akibat depresi.
Pilihan bunuh diri sering kali terjadi karena korban merasa tidak punya support system, tak didengar, merasa sendirian, dan tidak memiliki semangat untuk melanjutkan hidupnya. Ada berbagai faktor lain yang menyebabkan kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa, di antaranya:
- Tekanan akademik. Mahasiswa sering kali dituntut untuk memiliki prestasi yang tinggi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini dapat menimbulkan stres dan tekanan yang dapat berujung pada bunuh diri.
- Depresi. Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan pikiran untuk bunuh diri. Mahasiswa yang mengalami depresi sering kali merasa putus asa, tidak berharga, dan tidak ada harapan.
- Gangguan psikologis lainnya. Selain depresi, gangguan psikologis lainnya seperti gangguan kecemasan, gangguan makan, dan gangguan kepribadian juga dapat meningkatkan risiko bunuh diri.
- Masalah personal. Masalah personal seperti masalah keluarga, hubungan asmara, dan keuangan juga dapat menjadi faktor risiko bunuh diri.
Hal ini tentu menjadi sebuah keprihatinan, mengingat mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah. Untuk mencegah terjadinya bunuh diri di kalangan mahasiswa, kita perlu melakukan beberapa hal, antara lain:
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Mahasiswa perlu memahami bahwa masalah kesehatan mental adalah hal yang serius dan dapat berdampak fatal.
- Menciptakan lingkungan yang mendukung. Mahasiswa perlu merasa dicintai, dihargai, dan didukung oleh orang-orang di sekitarnya.
- Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental. Mahasiswa perlu memiliki akses yang mudah dan terjangkau untuk mendapatkan bantuan profesional jika mereka mengalami masalah kesehatan mental.
Selain itu, kita juga perlu mengubah stigma negatif yang masih melekat pada masalah kesehatan mental. Stigma ini sering kali membuat orang-orang enggan untuk mencari bantuan profesional, padahal hal tersebut justru dapat menyelamatkan nyawa.
Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental:
- Dengarkan dengan penuh perhatian. Biarkan mereka tahu bahwa kita peduli dan ingin membantu.
- Jangan menghakimi. Hindari menghakimi atau menyalahkan mereka.
- Berikan dukungan. Bantu mereka untuk mencari bantuan profesional.
- Jangan tinggalkan. Biarkan mereka tahu bahwa kita akan selalu ada untuknya.
Masa kuliah merupakan masa yang penuh tantangan dan tekanan. Mahasiswa perlu belajar untuk menghadapi berbagai masalah dengan cara yang sehat. Jika kita melihat ada tanda-tanda bahwa seseorang yang kita kenal sedang mengalami masalah, jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Kita dapat menjadi pendengar yang baik atau mengarahkannya untuk mencari bantuan profesional.
Dengan bekerja sama, kita dapat mencegah terjadinya bunuh diri di kalangan mahasiswa dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung bagi mereka.
aboveeidea sepenuhnya mendukung penciptaan ruang mental health-friendly di kampus, di kantor, dan seluruh ruang yang ada di Indonesia.
Selamat Hari Kesehatan Mental Dunia 2023. Mental Health is a universal human rights.
REFERENSI:
Agung Frijanto, [Kementerian Kesehatan]. (2022). Depresi dan Bunuh Diri, https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1450/depresi-dan-bunuh-diri. diakses pada 9 Oktober 2023
Noer Qomariah Kusumawardhani, [Republika]. (2023). Kasus Bunuh Diri Mahasiswa yang Menyayat Hati: Gantung Diri Hingga Lompat dari Gedung, https://ameera.republika.co.id/berita/s21bfe425/kasus-bunuh-diri-mahasiswa-yang-menyayat-hati-gantung-diri-hingga-lompat-dari-gedung. diakses pada 8 Oktober 2023
Nirbita, A, V. (2023). Menilik Pilihan Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa: Faktor penyebab dan Upaya Pencegahan. LPM OPINI. Diakses pada 9 Oktober 2023
Novianty & Nurhidayah. (2023). Analisis Risiko Bunuh Diri pada Mahasiswa kesehatan di Kota Banda Aceh. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 8(1), 61-68

